Kamis, 07 Juni 2018

Cerita Klasik Tak Bermakna

Aku ingin bercerita tapi tak tau harus dengan siapa. Aku tak terlalu suka menceritakan tentang aku kepada siapa pun karena ku pikir buat apa? Tak ada solusi yang lebih baik nantinya. Keadaan akan tetap sama.

Biasanya aku selalu menceritakan tentang diri mereka di buku diaryku. Aku punya diary tapi sudah rusak karena ku bawa ke pantai dan basah. Kau mau membelikan aku diary yang baru? Nanti kisah pertamanya tentang kamu.

Aku menceritakan semua tentang mereka di sana tapi mereka selalu bohong dan mengecewakan. Tak apa, aku selalu di ajarkan untuk menerima kekecewaan dari dulu.

Aku sudah terlatih untuk menyembunyikan rasa jadi maaf kalau tak peka. Hanya tak percaya lagi ketika pernah di kecewakan oleh orang yang istimewa.

Aku mau mengajarkan sebuah rahasia, jika kau sakit jangan bilang-bilang nanti kau di bilang alay. Tapi di obati sendiri, jangan manja. Karena yang melukai terkadang tak mau mengobati.

Oh iya, katamu aku ini selalu mengeluh dan itu tidak bagus. Tapi kali ini aku tidak akan mengeluh lagi. Maaf ya.

Minggu, 30 Juli 2017

Malaysia

Hallo guys,

First gue keluar Indonesia, ribet, rempong, ga tau sikon mungkin itu kali yah yang semua orang rasain ketika ke luar negeri. Semua keliatan beda dari negara sendiri bahasanya, aturannya, orang-orangnya, transportasinya. Butuh tenaga ekstra pake banget untuk menyesuaikan diri.

Kebetulan gue di Malaysia lagi study satu bulan tepatnya di University Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor, Malaysia dan ekspektasi gue di sini bakalan seneng TAPI ternyata semua gak sesuai dengan ekspektasi. Mungkin ini yang sering di bilang orang EKSPEKTASI tidak sesuai dengan REALITA. Oke abaikan itu.

H+2 gue dan temen-temen nekat pergi dari collage – collage di sini adalah penginapan yang ada di University bisa di bilang juga asrama – ke Twin Tower atau Petronas hanya dengan bermodalkan mulut dan hp yang tak terlalu berguna. Dengan informasi ala kadarnya kami menuju Stasiun KTM terdekat dan memesan tiket dengan tujuan KL Sentral eh tiketnya ga berbentuk kertas yah tapi koin serbaguna. NOTE : Turunlah di stasiun pesanan anda tadi kalau tidak, jangan harap anda dapat keluar.
 Tiket KTM Komuter

Sesampainya di KL Sentral langsung menuju ke Vending Machine untuk membeli tiket LRT dan kita merasa seperti anak ilang induknya kalau tadi pembelian tiket KTM bisa dibeli di konter pembelian tiketnya tapi kalau LRT kita harus mandiri memesan tiket dengan Vending Machine caranya dengan memasukkan uang tunai langsung ke mesin.

Beberapa hal konyol yang ita lakuin, yang pertama gatau cara memesan tiket dari Vending Machine jadi kita mesti ngintip-ngintip orang sebelah mesan dan caranya pilih aja transportasi apa yang mau kita naikin ada beberapa pilihannya LRT, MRT, KTM atau yang lain selanjutnya gatau gimana cara masukin uang ke mesin. Dan sini kita berasa norak dan panik banget, lagi panik bingung mau nanya ke siapa eh di samperin sama pengemis – Jangan pikir di Indonesia aja ada pengemis di sini juga banyak mana badannya sehat, pakaian bagus gak di kasih malah marah-marah – dan ternyata cara masukin uang kertasnya sedikit di dorong pake tangan dan taarrraa tiket pun keluar dan jika ada kembalian maka mesin akan mengembalikan kembaliannya. Memang mesin dan koin ajaib.

Pemberhentian terakhir kita adalah Stasiun KLCC jangan salah baca ya guys, tiap rute ada platform nya masing-masing kalau salah baca platform bisa-bisa salah rute perjalanan dan anda mesti balik lagi. Akhirnya sampai KLCC kita bisa langsung liat Petronas / Twin Tower seneng banget tapi kita ga bisa lama-lama kerena mau ngejer KTM terakhir.
  
Petronas

Petronas

Di postingan berikutnya gue bakalan share tentang transportasi apa aja yang bisa kalian gunain di Malaysia mulai dari gratis sampe bayar. See you

Sabtu, 06 Agustus 2016

Trip Murah : Palembang - Jogja

Hallo, sekarang saya ingin bahas trip murah ala backpakeran. Berhubung saya ada agenda di jogja dan ingin liburan dengan budget minim maka saya putuskan untuk ngeteng palemban-jogja meskipun baru kali ini saya nyebrang pulau sumatera dan sendirian maklum masih jomblo eh haha

Mari simak rute-rutenya :
1. Palembang - Lampung
Tujuan awal saya St.Kertapati Raja Basa jurusan St.Tanjung Karang dengan jadwal 08.30 - 19.40 wib dengan harga tiket 32rb di tambah pajak Rp. 7.500,- karena pembelian via online.

2. Lampung - Bakauheni
Sesampainya di stasiun tanjung karang kita lanjut menuju pelabuhan bakauheni dengan menggunakan travel dengan harga biasa nya hanya 40rb karena saya dengan jalur calo jadi kena harga 50rb deh, biasanya banyak supir atau calo yang menawarkan travel ketika kita sampai di stasiun tanjung karang waktu yang di butuh kan 2-3 jam tergantung kecepatan dan kondisi jalan.
*cara alternative lain langsung menuju ke jakarta dengan damri dengan harga 205rb, tiket damri bisa di beli di sebelah stasiun tanjung karang tapi saya lebih seneng ngeteng lebih asik ketemu orang-orang baru haha

3. Bakauheni - Merak
Pukul 11 malam saya sampai di pelabuhan bakauheni dan langsung membeli tiket kapal dengan harga 13rb/orang dengan menunjukkan ktp sampainya di merak jam 1 dini hari.

4. Merak - Kalideres
Turun dari kapal langsung menuju ke luar dan di tawarkan travel dengan harga 150rb wihh mahal banget jadi langsung nanya ke temen katanya biasanya kisaran 30-35rb jadi di suruh nunggu aja sampai subuh baru jalan lagi.
Jadi saya istirahat dulu di musholah merak sambil nanya-nanya selagi menunggu pagi, akhirnya ketemu bapak yang sama dari palembang juga katanya ga bisa langsung ke pasar senen dan harus transit dulu ke kalideres. Berhubung bapaknya mau ke kalideres juga jadi saya di ajakin bareng hehe
Jam 3 pagi saya langsung menuju ke kalideres ternyata kita harus keluar pelabuhan dulu, biasa nya banyak bis patas ac dan cari jurusan kalideres (saran saya naik bis arimbi aja, katanya lebih cepet)

5. Kalideres - Pasar Senen
Sampai nya di kalideres jam 8 pagi kemudian langsung naik kopaja jurusan pasar senen dengan harga 4rb

6. Pasar Senen - Lempuyangan (Jogja)
Jam 9 sampai di pasar senen dan sedikit syok karena liat orangnya rame banget kalo di bandingin stasiun kertapati dan stasiun tanjung karang.
Jadwal tiket bengawan jurusan pasar senen - lempuyangan jam 11.30 - 19.40 wib so mesti nunggu dulu di antara keramaian orang, harga tiket kereta bengawan hanya 74rb + pajak Rp. 7.500,- tapi kalian harus beli dari jauh" hari paling ga 2-3 minggu sebelum keberangkatan.

Tips
1. Kalo bilang di jakarta jangan banyak tanya jangan keluatan banget orang baru nya biar ga di apa-apain orang itu salah besar gengs, dari pada kalian ke sasar kena tipu orang mending tanya-tanya aja dulu eitss tapi bertanya jangan mudah terhasut dulu ya pilah pilih dulu saring di otak
2. Pesanlah tiket PP, saya kemaren ga pesan tiket pp jadi nya pas mau balik dari jogja naik bis dengan harga 2x lipat
3. Sesuaikan jadwalmu dengan benar karena pas mau balik dari lampung ke palembang ketinggalan kereta dan harus beli tiket bisnis 5x lipat dari ekonomi dan harus nunggu 12 jam di stasiun alhasil budget kepulangan 2 kali lipat dari kepergian
4. Carilah teman yang banyak jadi kalo mau jalan kemana-mana gampang atau kalo kalian terlantar bisa ada tempat penampungan (edisi terlantar di lampung 12 jam)
5. Tetap #savetrip

St.Kertapati - St.Tanjung Karang.      Rp. 39.500,-
St.Tanjung Karang - Bakauheni.        Rp. 50.000,-
Bakauheni - Merak.                              Rp. 13.000,-
Merak - Kalideres.                                Rp. 35.000,-
Kalideres - St.Pasar Senen.                 Rp. 4.000,-
St.Pasar Senen - St.Lempuyangan.    Rp. 81.500,-  +
Jumlah.                                                  Rp. 223.000,-

Oke sekian dulu pembahasan kali ini, nantikan trip murah berikutnya haha

Selasa, 26 Juli 2016

ComeBack : Komunitas Find Your Travelmate

Hallo, semenjak vacum 2 tahun yang lalu sekarang saya hadir kembali. Saya akan membahas tentang komunitas baru saya FYTM atau Find Your Travelmate, di komunitas ini kalian bisa mencari pasangan travelling kalian gengs kalo beruntung ya soulmate hihi.

Komunitas ini baru di buat tanggal 22 Mei yang lalu, baru banget kan tapi udah beberapa agenda yang di laksanakan komunitas ini gengs seperti Lintass Komunitas yang ada di Bandung tanggal 22 kemarin. Agenda selanjutnya adalah Nasional seluruh Indonesia yang akan di laksanakan tanggal 30-31 Agustus nanti gengs. Prepare prepare dan saya Inshaallah akan hadir di sana ulalala.

Kopdar Nasional kali ini saya akan coba ngeteng dari Palembang ke Jogja dan ini pertama kali nya sata ngeteng dan pergi sendirian. Oh iya ngeteng arti nya pergi ala backpacker tapi menggunakan jalur darat dengan berpindah-pindah transportasi, oke gengs cukup sekian dulu cerita saya tentang komunitas FYTM nanti saya pasti kembali dengan cara pergi ke jogja versi ngeteng. Bhay see you

Rabu, 01 Oktober 2014

Cerpen - Rahasia Burung-Burung

Hari ini hari senin, seperti biasa seluruh siswa-siswi di manapun pasti mengadakan upacara pagi untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang sudah rela berkorban demi negara Indonesia tercinta ini begitupun sekolahku SMA Muhammadiyah 1 Palembang lebih tepatnya.
“La, lo gak apa-apakan?” tanya Shella sahabatku yang sejak tadi melihatku tak bersemangat.
Aku menggelengkan kepalaku “Gue gak apa-apa kok.” Aku memberikan senyuman kepada Shella agar dia percaya.
“Burung-burung itu terbang dengan bebas di langit sesuka mereka. Aku ingin menjadi burung-burung itu yang bebas dan terlihat seperti tak ada sedikitpun masalah dan kesedihan yang menerpanya.” Kataku dalam hati sambil melihat burung-burung yang terbang bebas di langit itu.
“Eh Filla, kenapa sih lo ngelamun gitu? Kesambet yah loh?” Tanya Lia teman sebangkuku di kelas.
“Lo mah ngagetin aja. Enak aja kesambet.” Aku terkaget karena Lia dari tadi menyenggol-nyenggolku dan itu membuat lamunanku buyar.
“Abis dari tadi lo ngelamun aja. Udah hampir selesai upacaranya, habis upacara temenin gue ke kantin yah?” Lia sambil senyum-senyum, itu tandanya dia lagi memohon kepadaku.
“Yeh, lo mah ke kantin mulu, gak ada tempat lain apa selain kantin? Perpus gitu.” Cetus Shella tiba-tiba yang dari tadi baris di belakangku.
Upacara sudah selesai bel sudah berbunyi sekarang waktunya seluruh murid untuk memasuki kelasnya masing-masing. Begitupun aku, Shella, dan Lia, di kelas aku mengeluarkan buku yang sering aku tulis dan aku mulai menulis di buku itu.
Aku ingin seperti burung-burung yang bisa terbang bebas di langit tanpa ada masalah maupun kesedihan.
“Liat dong.” Raka mengambil buku yang sedang aku tulis sambil menyuruhku untuk beranjak pindah dari tempat yang aku duduki sekarang.
“Kalau mau liat yah liat aja gak pakek geser-geser kali.” Aku mulai beranjak dari kursi itu dan pindah ke sebelahnya.
“Hehe. Burung-burung itu gak bebas terbang di langit sana. Mereka terbang untuk berusaha mencari makan, mereka juga harus berhati-hati agar gak di serang oleh musuhnya. Hidup mereka tuh terancam, jika mereka gak bisa menjaga dirinya sendiri maka mereka akan mati.” Setelah Raka berbicara begitu dia langsung pergi begitu saja dan menaruh bukuku di atas meja. Aku hanya melihatnya berjalan keluar kelas.
Pulang sekolah ini aku ingin pergi ke perpustakaan bersama Shella untuk mencari tugas sekalian mau nyari novel buat baca-baca di rumah.
“Shel, menurut lo si Raka tuh orangnya aneh gak?” Tanyaku kepada Shella karena aku masih penasaran dengan Raka meskipun aku sudah hampir setahun sekelas dengannya tetapi aku seakan-akan tak pernah kenal dengannya.
“Aneh gimana? Perasaan dia tuh lucu, ganteng, imut, pinter, jago main basket pula.” Jawab Shella.
“Nah, itu dia. Lo pernah denger gak masalah ceweknya? Masa dia belum punya pacar sih? Kan aneh. Padahal banyak cewek yang di sekolah ini yang suka sama dia tuh.” Aku mulai tertarik dengan Raka yang misterius itu.
“Iya yah. Apa jangan-jangan...” Pikiran negatif Shella udah mulai deh.
“Eh, jangan negatif thinking dulu.”
“Abis dia kan duduk di belakang gue terus dia juga gak pernah cerita-cerita tentang cewek tuh.”
***
Pagi ini aku pergi di antar oleh ayahku, ayahku memang rutin mengantarku tiap pagi katanya dia gak mau kalau aku pergi sendiri takut nanti ada apa-apa. Kebetulan pagi ini aku ketemu Raka jadi kami berdua masuk ke kelas berdua.
“Tadi di anter siapa La?” Tanya Raka.
“Oh, itu ayahku.”
“Enak yah lo, ayah lo pasti sayang banget sama lo.”
“Iyalah ayahku memang sayang banget sama gue.” Melihat raut muka Raka yang gak seperti biasanya aku jadi mengurungkan niatku untuk mengajaknya bercanda. “Lo gak di anter sama orang tua lo?”
“Jangankan di anter, mereka aja gak perduli sama gue. Mereka aja jarang pulang ke rumah kalau pulang juga pasti cuma ngambil berkas-berkas kantor yang ada di rumah.” Raka mulai kelihatan sedih.
“Sorry yah gue gak tau.”
“Gak apa-apa kok, udah yuk ke kelas aja.” Aku bener-bener gak tau kalau keluarga Raka itu seperti itu jadi selama ini hati Raka gak sama seperti Raka yang sering aku lihat. Raka yangku kenal bukan Raka yang sesungguhnya.
Di kelas aku menulis sebuah kata-kata lagi di dalam bukuyang sering aku tulis.
Burung-burung itu tidak terbang bebas di sana, mereka berusaha untuk mempertahankan hidup mereka masing-masing.
“La, lo taukan kalau Raka itu gak punya temen deket?” Shella dan Lia yang datang menghampiriku membuat aku menghentikan tulisanku.
“Iya, gue tau emang kenapa?”
“Tadi aku nanya-nanya sama Janni temen SMP-nya Raka dulu katanya sih dulu Raka punya sahabat terus sahabatnya itu ngehianatin dia jadi mungkin dia gak mau punya sahabat lagi kali gara-gara dia gak mau di khianati lagi.” Kata Shella.
“Ya, ampun kesian banget sih dia.” Aku baru tau di balik Raka yang ceria ternyata banyak masalah yang menimpanya.
Istirahat ini aku ingin ke perpustakaan buat nyari buku aja tapi di sana sudah ada Raka, aku mencoba untuk mendekatinya.
“Hei, lagi baca apa?” Tanyaku sekedar basa-basi aja.
“Lagi baca novel aja nih.”
“Owh.”
“Kebetulan lo ada di sini gue pengen ngasih pengakuan sama lo.”
“Pengakuan apa?” Aku penasaran apa yang akan di bicarain Raka.
“Sebenernya gue suka sama lo La, tapi gue gak mau ngenal kata-kata cinta atau pacaran karena gue masih trauma sama kejadian satu tahun lalu.”
“Hmm, kalau boleh tau ada kejadian apa satu tahun lalu?”
“Dulu aku pernah punya pacar namanya Zania Arilla Putri tapi sekarag dia udah ninggalin gue.” Kata Raka.
“Kok bisa?” aku heran dengan cerita Raka itu.
“Satu tahun lalu dia ngalamin kecelakaan dan kecelakaan itu membuat dia ninggalin gue buat selama-lamanya.” Raka sedang menangis meskipun air matanya gak jatuh ke pipinya.
“Udah dong jangan sedih lagi. Dia juga pasti udah bahagia di sana.” Aku hanya ingin menghibur Raka.
“Iya dia juga pasti gak pengen gue sedih kaya gini.” Raka mulai mencoba untuk tersenyum kembali.
“Ya, udah lo kan masih trauma lagian gue juga belum mau pacaran masih pengen menimati hidup sendiri jadi kita sahabatan aja yah.”
“Serius lo mau jadi sahabat gue?”
“Iya.” Aku memberikan senyuman ketulusan kepada Raka.
“Thanks yah.”
Burung-burung itu memiliki rahasia tersendiri, mereka terbang bebas itu bukan tak ada beban. Mereka terbang di langit sana itu adalah perjuangan untuk tetap dapat hidup.

END

Crieted by Della Audita

Cerpen - Sepucuk Surat

Besok aku aniv with pacarku tecinta Galih yang ke-12th, aku nggak bisa
ngasih apa-apa sama dia. Aku cuma bisa ngasih surat buat dia yang sudah 4
kaliku ulang karena kena darahku tapi aku tetap berusaha buat ngasih
yang terbaik buat mypacar hehe.

Sudah 2 tahun ini aku seperti ini selalu mengeluarkan darah dari
hidungku, aku sudah berusaha untuk nggak mengeluh dan tetap semangat
untuk sembuh tapi sialnya stadiumnya malah naik 1 tingkat.
Aku nggak kepengen liat ibu nangis kayak waktu penyakit ini
kumat-kumatan, semangat dong semangat. Ibu aku nggak akan penah buat ibu
nangis lagi yah.Tenang aja buk, janji Dwik mah selalu bisa di pegang.
Hmm, aku jadi kangen ayah. Ayah apa kabar yah di sana? Ayah kedinginan
nggak di sana? Andaikan aku bisa memeluk ayah lagi kayak dulu.

Suratku udah selesai nih buat mybebeb tercinta hehe meskipun udah
berulang kali ngulang akhirnya jadi juga besok tinggal di kasih sama
mybebeb.

“Wik, bantu ibuk yuk wik?” Suara ibu memanggilku dari luar.

Pasti ibu butuh bantuan. Pikirku, aku segera mengambil tissue dan
membersihkan darah yang masih ada di hidungku dan segera berlari pergi
dari meja belajar yang kutinggalkan surat yang bertuliskan For My live
Gilang :* “Iya buk, kenapa?”

“Ini bantuin ibuk jemur pakaian yah? Ibuk mau masak dulu yah cantik.”
Kata ibuku.

“Iya bu, pokoknya beres deh kalau sama Dwik mah”

Ibuku segera masuk ke dalam rumah dan aku mulai menjemur pakaian-pakaian
itu. Kok kepalaku pusing yah? Hah? Darah lagi?Nggak bosen-bosennya yah
gangguin aku dan kehidupanaku? Aku nggak boleh nyerah sama kamu, kamu
itu cuma mau ngancurin aku aja. Aku mengelap hidungku dan meneruskan
lagi tugasku.

“Dwik…” Mala yang kebetulan lewat dan menyapaku membuatku terkejut.

“Ya?”

“Wik, ntar sore jadikan ikut pengajian di Musholah belakang?” Walaupun
masihumur 18 tahunan yang kata orang biasanya suka ke Mall ngabisin uang
orang tua aja tapi bagi aku dari pada kayak gitu nggak jelas banget
mending ngabisin waktu dengan ikut pengajian gitu.

“Oh iyaiya, jadi kok.” Aku hamper lupa kalau hari ini ada pengajian
maklum gara-gara penyakit sialan ini.

“Yaudah, ntar aku jemput kayak biasa yah wik?” aku hanya tersenyum tanda
bahwa aku menyetuji ajakannya “aku pulang duluan yah Wik,
Asslamualaikum”

“Wa’alaikumsalam”

***

Sore ini aku bersiap-siap untuk mengikuti pengajian, aku memakai baju
muslim dan jilbab persegi yang tak lupa kuhiasi dengan bross kecil yang
lucu di sudut kiri jilbabku. Melihat diriku di kaca seakan-akan sebentar
lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Haduh, mikirin apalagi sih aku
ini.

“Buk…” aku mencari ibuku untuk berpamitan “buk, Dwik mau ke
musholah mau ikut pengajian, ibu di rumah sendirian nggak apa-apakan?”

“Iya, nggak apa-apa”

“Ibuk, jangan sedih dan nagis lagi yah?” spontan aku ngomong begitu
dengan ibuku “Dwik, nggak apa-apa kok buk” aku cuma memberikan senyuman
termanis yang belum pernahku berikan kepada orang lain “ibuk, harus
janji sama Dwik kalau ibuk nggak akan sedih lagi, nggak akan nangis
lagi”

Ibuku hanya tersenyum menahan air matanya “iyaWik, ibu janji sama Dwik
ibuk nggak akan nangis lagi, ibuk nggak akan sedih lagi yaudah itu si
Mala udah nunggu di depan.”

“Iya buk, Dwik pergi dulu yah” aku mencium tangan ibuku lalu pergike
Musholah dengan perasaan tak enak.

***

Adzan Magrib berkumdang waktunya seluruh umat Islam melaksanakan sholat
Magrib begitupun denganku dan yang lain, pada rakaat terakhir aku berdoa
dan seketika itu kepalaku mulai terasa pusing lagi.

Ya Allah jaga ibuku jika aku pergi, jangan biarkan dia mengeluarkan air
mata lagi gara-gara aku, aku nggak mau liat ibu sedih. Ya Allah jaga
Gilang, jangan sampai dia sakit karena aku pergi meninggalkannya, aku
nggak mau kalau itu terjadi, aku nggak tega liat ibu dan Gilang sedih,
Tolong sembuhkan aku tapi jika engkau memang mengkehendaki aku pergi
dari sisi mereka aku ikhlas tapi aku nggak yakin mereka bisa ikhlas
kehilangan aku.

Kepalaku terasa pusing, aku tak bisa membangunkan tubuhku rasanya berat
sekali sangat berat, aku tak sanggup lagi. Gelap, semuanya terasa gelap
bagiku.

***

“Wik, bangun Wik. Dwik nggak boleh tinggalin ibuk” ibu Dwik menangis
melihat anaknya yang sudah terbujur kaku di atas kasur karena kangker
otak yang sudah semakin ganas di dalam tubuh Dwik tapi Dwik tetap
berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa sakitnya itu.

“Wik, hari ini kita aniv yang ke-1 tahunWik tapi kenapa kamu ninggalin
aku Wik?” Gilang yang belum percaya dengan keadaan sekarang terus
menerus memanggil Dwik.

Ibu Dwik bangkit dan berjalan menuju kekamar Dwik sedangkan Gilang masih
tetap memegang tangan Dwik yang sudah kaku.

“Gilang” ibu Dwik muncul dengan sepucuk surat, yah surat, surat yang
akan menjadi kado untuk aniv Gilang dan Dwik yang ke-12th “Gilang,
mungkin cuma ini yang bisa di berikan Dwik sama kamu”

Gilang mengambil surat itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan mulai
membaca surat itu. Air mata seorang cowok yang benar-benar tulus
mencintai seorang wanita itu mengalir ketika membaca surat itu.

Hai Gilang, mungkin ini kado terakhir yang bisa aku kasih ke kamu yah
sayang :* ini bener-bener kado yang special bagiku, tau nggak sih, aku
udah hampir 5 kali ngulang buat surat ini karena kena darahku hehe =D
maaf yah sayang kalau aku udah bohong sama kamu :) aku nggak mau liat
kamu sedih, kamu harus janji sama aku kalau aku udah pergi nanti kamu
nggak akan nangis dan aku nggak mau liat kamu sedih. Oh, iya Happy
Anniversary dear, you are the last person that I love and you are the
one that can make me the spirit than mother :)

Dwi Laraswati


END

Crieted by Della Audita 

Cerpen - Cintaku Tulus Sampai Akhir Hayatnya

“NAYAAAAAA, GUE SUKA SAMA LO, GUE SAYANG SAMA LO. LO MAU NGGAK JADI
PACAR GUE?” Jerit Fahri di tengah lapangan sekolah demi memenuhi
persyaratan dari Naya yang benar-benar mustahil bagi seorang cowok umur
16 tahunan yang tingkat ke gengsiannya udah tinggi banget buat ngelakuin
itu di depan orang banyak.

“Apa? Gue nggak denger tuh?” Pinta Naya lagi dengan nada mengejek.

“NAYA, GUE SUKA SAMA LO. LO MAU KAN JADI PACAR GUE?” Fahri mengulang
kata-katanya lagi dengan kuat dan jelas “Nay, gue udah ngelakuin apa
yang lo suruh jadi lo mau kan terima gue?”

“Hah? Nerima lo?”Fahri hanya mengangguk dan melihat Naya dengan tatapan
memohon.

“Maaf yah gue kan tadi bilang ‘kalau lo bener-bener sayang sama gue lo
harus berani ngungkapinnya di depan semua orang’ dan itu artinya belum
tentu gue MAU NERIMA LO” Naya mengungkapkannya dengan tegas kalau di
tulis sih bisa di garis bawahin tuh kata-kata Naya.

Fahri seorang cowok kelas X SMA yang meskipun masih kelas X dia sudah di
kenal sama semua orang di sekolahannya dari kakak kelas sampe guru-guru
dia di kenal bukan cuma gara-gara dia anak guru aja tapi dia itu bisa
di bilang perfect lah udah ganteng, ketua osis, rajin ibadah, pinter
dalam pelajaran apalagi ngajinya beeh udah deh topmarkotop lah.

***

Sudah di permaluin di depan banyak orang bukannya stop nggak akan
nekat-nekat lagi ngedeketin cewek yang udah jelas-jelas cuma mau mainin
dia doang tapi Fahri malah nekat tetap ngelanjutin perjuangannya demi
ngedapetin Naya nggak taulah apa yang ada di pikiran Fahri sampe dia
rela di gituin sama Naya.

Belum cukup Fahri ngejar-ngejar Naya, maka belum berakhir juga permainan
Naya. Kali ini sama aja dengan sebelumnya target Naya adalah
mempermalukan Fahri di hadapan seluruh anak sekolahan.

“Fahri, kan katanya kamu sayang sama aku jadi kamu mau kan lakuin satu
hal buat aku?” kata Naya dengan muka memelas penuh permohonan karena ia
tau kalau Fahri akan memenuhi permohonannya.

“Iya, kamu mau aku lakuin apa?”

“Kamu harus keliling lapangan sambil pakai papan nama bertuliskan FAHRI
SAYANG NAYA terus kamu sambil lari sambil bilang FAHRI SAYANG NAYA kamu
mau kan?”

“Oke deh, demi Naya akan aku lakuin semua itu.”Pas istirahat Fahri
benar-benar melukukan hal gila itu dan di tonton oleh seluruh anak-anak
satu sekolahan alhasil yah sama seperti perjuangannya yang pertama tadi
Nol Besar Fahri cuma menjadi boneka mainan Naya aja utuk dia
bersenang-senang.

***

Radit dan teman-teman Fahri alias sahabat Fahri nggak suka dengan
perlakuan Naya ke Fahri yang udah kelewat batas.

“Heh, kenapa sih lo itu cuma permainin temen gue aja? Apa sih salah
Fahri? Dia itu udah berkorban demi ngedapetin lo tapi apa? Lo nggak ada
sedikitpun rasa kemanusiaan tau?” Habis-habisan Radit dan yang lain
memaki-maki Naya tapi bukannya Fahri berterima kasih melainkan Fahri
memarahi teman-temannya karena telah memaki Naya.

“Woy, gue sayang tulus sama Naya, Naya nggak salah apa tapi kenapa lo lo
pada nge-Bully Naya HAH?” seluruh anak yang ada di kantin cuma
memandangi mereka bertengkar.

“Eh, Fahri lo tu nyadar nggak sih? Lo tu cuma di mainin aja sama cewek
kayak dia nih” Suasana makin panas.

“Alah, udah la Fahri nggak usah sok jadi pahlawan di depan gue. Lo itu
pasti yang nyuruh mereka buat maki-maki gue kan? Iya kan? Dan nyuruh
mereka buat malu gue aja kan?” Naya yang dari tadi kesal dengan
perbuatan Radit malah sekarang menyalahkan Fahri.

“Nggak kok Nay nggak gitu” Fahri mencoba menjelaskan bahwa semua itu
nggak benar.

“Udah deh, lo itu mau bales dendam kan ke gue gara-gara gue selalu nolak
lo?” BYUURRR “Rasain tuh” Naya pergi meninggalkan Fahri yang tengah
basah kuyup.

“Liat tuh kelakuan cewek yang lu puja-puja, gue minta sama lo, lo nggak
usah ngejer-ngejer dia lagi, dia tuh nggak guna buat lo” Radit dan
teman-teman Fahri yang lain membantu mengeringkan baju Fahri yang di
siram Naya tadi.

“Nggak, lo lo pada tuh nggak ngerti gimana perasaan gue kalau gue
kehilangan Naya” Fahri menyingkirkan tangan temannya dari tubuhnya.

***

Beberapa minggu setelah kejadian itu terdengar kabar bahwa Naya sudah
berbadan dua alias hamil dia mengaku kalau yang menghamilinya itu Fahri
sampai akhirnya ibu Naya menghubungi orang tua Fahri untuk meminta
pertanggung jawaban dari Fahri. Fahri mengiyakan kalau benar dia yang
melakukan itu tapi orang tua Fahri nggak percaya dengan itu karena
mereka tau Fahri nggak akan berbuat seperti itu.

“Naya, kamu jujur sama ibu itu sebenarnya anak siapa?” Desak ibu Naya.

“Hmm, sebenarnya ini bukan anak Fahri bu” Jawab Naya dengan ragu.

“Jadi itu anak siapa?” Ibu Naya sudah mulai emosi dengan kelakuan
anaknya.

“Ini.. Ini anak Anto bu”

Anto pacar Naya yang telah membuat Naya seperti ini tapi dia nggak mau
mengakuinnya dia bilang kalau bukan cuma dia aja yang sudah meniduri
Naya. Akhirnya Naya di nikahkan dengan orang lain. Fahri benar-benar
terpukul mendengar hal itu, meskupun sekarang Naya sudah menjadi istri
orang tapi Fahri tetap mengaharapkan Naya.

Tugas ayah Fahri yang mengharuskan Fahri ikut ke Medan meninggalkan
semua kenangan yang ada di Makasar saat ini sebelm dia pergi, dia sudah
memiliki janji dengan Naya untuk saling menjadi yang terbaik satu sama
lain sampai akhirnya Naya meninggal karena melahirkan anaknya yang di
beri nama Muhammad Fahri Pratama dan satu pesan terakhir Naya “Hidup
Untukmu, Mati Tanpamu Fahri


Crieted by Della Audita