Hallo guys,
First gue keluar Indonesia, ribet, rempong, ga tau sikon mungkin itu kali yah yang semua orang rasain ketika ke luar negeri. Semua keliatan beda dari negara sendiri bahasanya, aturannya, orang-orangnya, transportasinya. Butuh tenaga ekstra pake banget untuk menyesuaikan diri.
Kebetulan gue di Malaysia lagi study satu bulan tepatnya di University Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor, Malaysia dan ekspektasi gue di sini bakalan seneng TAPI ternyata semua gak sesuai dengan ekspektasi. Mungkin ini yang sering di bilang orang EKSPEKTASI tidak sesuai dengan REALITA. Oke abaikan itu.
H+2 gue dan temen-temen nekat pergi dari collage – collage di sini adalah penginapan yang ada di University bisa di bilang juga asrama – ke Twin Tower atau Petronas hanya dengan bermodalkan mulut dan hp yang tak terlalu berguna. Dengan informasi ala kadarnya kami menuju Stasiun KTM terdekat dan memesan tiket dengan tujuan KL Sentral eh tiketnya ga berbentuk kertas yah tapi koin serbaguna. NOTE : Turunlah di stasiun pesanan anda tadi kalau tidak, jangan harap anda dapat keluar.
Tiket KTM Komuter
Sesampainya di KL Sentral langsung menuju ke Vending Machine untuk membeli tiket LRT dan kita merasa seperti anak ilang induknya kalau tadi pembelian tiket KTM bisa dibeli di konter pembelian tiketnya tapi kalau LRT kita harus mandiri memesan tiket dengan Vending Machine caranya dengan memasukkan uang tunai langsung ke mesin.
Beberapa hal konyol yang ita lakuin, yang pertama gatau cara memesan tiket dari Vending Machine jadi kita mesti ngintip-ngintip orang sebelah mesan dan caranya pilih aja transportasi apa yang mau kita naikin ada beberapa pilihannya LRT, MRT, KTM atau yang lain selanjutnya gatau gimana cara masukin uang ke mesin. Dan sini kita berasa norak dan panik banget, lagi panik bingung mau nanya ke siapa eh di samperin sama pengemis – Jangan pikir di Indonesia aja ada pengemis di sini juga banyak mana badannya sehat, pakaian bagus gak di kasih malah marah-marah – dan ternyata cara masukin uang kertasnya sedikit di dorong pake tangan dan taarrraa tiket pun keluar dan jika ada kembalian maka mesin akan mengembalikan kembaliannya. Memang mesin dan koin ajaib.
Pemberhentian terakhir kita adalah Stasiun KLCC jangan salah baca ya guys, tiap rute ada platform nya masing-masing kalau salah baca platform bisa-bisa salah rute perjalanan dan anda mesti balik lagi. Akhirnya sampai KLCC kita bisa langsung liat Petronas / Twin Tower seneng banget tapi kita ga bisa lama-lama kerena mau ngejer KTM terakhir.
Petronas
Petronas
Di postingan berikutnya gue bakalan share tentang transportasi apa aja yang bisa kalian gunain di Malaysia mulai dari gratis sampe bayar. See you


Tidak ada komentar:
Posting Komentar